Islam dengan Syiah Itu Beda | Revolusi Suriah
Home » » Islam dengan Syiah Itu Beda

Islam dengan Syiah Itu Beda

 Dalam Islam:
1. Para Sahabat Nabi shallallahu ' alaihi wa sallam adalah Sahabat terbaik Nabi
2. Allah menyatukan hati dan menurunkan kasih sayang dan rasa hormat antara para Sahabat dengan Ahlul bait(keluarga Nabi Muhammad)
3. Mereka para Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam saling membantu sesama mereka
4. Islam Agama yang SEMPURNA

" ......Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agama kamu."(5:3)

Dalam Syiah:

1. Para Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi Wa sallam adalah musuh Nabi
2. Mereka para Sahabat saling membenci sesama mereka
3. Para Sahabat saling menentang antara satu dengan yang lain
4. Islam belum sempurna. yang menyempurnakan adalah para imam setelah wafatnya Rasulullah

- Ahlus Sunnah(اهل السنة) berasal dari bahasa arab yang artinya orang yang mengikuti dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, seseorang yang mengikuti sunnah Nabi maka tentu ia juga menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya dan mengamalkannya. dan yang dimaksud Ahlus Sunnah adalah kaum Muslimin/orang-orang Islam.

- Syiah/Syi'ah (شيعة) berarti kelompok atau pengikut.

Sebelumnya hanya dikenal istilah Muslim(seorang yang beragama Islam), namun Istilah Ahlus Sunnah digunakan setelah muncul Syiah yang berusaha membawa fitnah ke tubuh kaum Muslimin dan membawa ajaran sesat mereka dengan mengatakan bahwa mereka bagian dari Islam. Dibuatnya perbedaan istilah ini dimaksudkan untuk membedakan bahwa Ahlus Sunnah(kaum Muslimin) mengikuti Al-Quran dan Sunnah-Sunnah Nabi Muhammad sedangkan Syiah tidak mempecayai Al-Quran yang ada ditangan kaum Muslimin saat ini dan menolak sebagian besar hadits-hadits Nabi dan mengarang hadits-hadits sendiri.

Apakah bisa dikatakan seseorang itu merupakan Muslim bila ia menolak ajaran Islam dan menambah-nambah sendiri ajarannya?

---------------------------------------------
1).
- Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5
(lima)
a) Syahadatain(dua kalimat Syahadat)
b) As-Sholah (Sholat)
c) As-Shoum (Puasa)
d) Az-Zakah (Zakat)
e) Al-Haj(Haji)

“Dari Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab r.a
berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Islam
dibangun di atas lima perkara; bersaksi bahwa tiada Tuhan
yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi
Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, melaksanakan haji dan berpuasa di bulan
Ramadhan”. (Riwayat Tirmidzi dan Muslim).

- Syiah : Rukun Syiah juga ada 5
(lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah(Sholat)
b) As-Shoum(Puasa)
c) Az-Zakah(Zakat)
d) Al-Haj(Haji)
e) Al wilayah

Sebagaimana beberapa riwayat yang disebutkan oleh al-
Kulaini dalam kitabnya “Ushul al-Kafi”:

“Dari Abu Ja’far, ia berkata: Islam dibangun di atas lima
perkara; yaitu mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa
Ramadhan, melaksanakan haji, dan wilayah, dan tidak ada
satu pun daripada rukun-rukun yang tersebut yang diseru
(keras) sebagaimana seruan yang diberikan kepada
wilayah”

“Dari Abu Ja’far, ia berkata: Islam dibangun di atas lima
perkara; mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan
haji, puasa Ramadhan, dan wilayah. Zararah bertanya kepada
Abu Ja’far: manakah rukun yang terbaik di antara rukun-
rukun tersebut?. Abu Ja’far menjawab: Wilayah adalah rukun
yang terbaik, sebab wilayah merupakan kunci dari semua
rukun agama, dan Wali (Imam) adalah penunjuk atas kesemua
rukun tersebut”

Bila diperhatikan riwayat terakhir di atas, Syiah mendahulukan Al-wilayah(kepemimpinan dalam Syiah) dan menjadikan dua kalimat syahadat sebagai bagian dari rukun iman, sementara Ahlus sunnah menjadikannya sebagai rukun Islam.

Salah seorang ulama Syiah Imamiyah kontemporer yang bernama syekh Amir Muhammad al-Qazawayni menyatakan dengan tegas bahwa: “barang siapa yang mengingkari kepemimpinan imam Ali, maka sungguh telah gugur keimanannya”

2).
- Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari
Allah.

Dalil mengenai keenam rukun
iman ini adalah sebagai berikut:

“Bahwa engkau beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-
Nya, para rasul, dan hari akhirat, dan engkau beriman
mengenai Qadar (takdir), baik dan buruknya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang
beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-
Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka
mengatakan): “Kami tidak membeda antara seseorang pun
(dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka
mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka
berdoa):”Ampunilah kami ya Tuhan kami dan
Engkaulah tempat kembali”. (Al-baqarah: 285)

- Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad

3).
- Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat

- Syiah : Tiga kalimat syahadat,
disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa
asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih
ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam
mereka.

4).
- Ahlussunnah : Percaya kepada imam-
imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah
imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu
timbul imam-imam dan pemimpin kaum Muslimin, sampai hari kiamat. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua
belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

- Syiah : Percaya kepada dua belas
imam-imam mereka, termasuk rukun iman.
Karenanya orang-orang yang tidak beriman
kepada dua belas imam-imam mereka (seperti
orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah
dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5).
- Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang
diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhum

- Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar,
Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena
dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi
Thalib (padahal Ali bin Abi Thalib sendiri membai'at dan
mengakui kekhalifahan mereka).

6).
- Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah
manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat
Ma’shum(terbebas dari dosa).
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa.
Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para
Nabi.

- Syiah : Para imam yang jumlahnya dua
belas tersebut mempunyai sifat Ma'shum, seperti
para Nabi.


7).
- Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki
para sahabat.

- Syiah : Mencaci-maki para sahabat
tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa
para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat,
mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa
orang saja. Alasannya karena para sahabat
membai'at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

.
- Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah
sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah
Ummul Mu’minin.
- Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, dikatakan sebagai pelacur, bahkan dikafirkan.

9).
- Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang
dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah
Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan
dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

- Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab
kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-
pengikut Syiah).

10).
- Ahlussunnah : Al-Qur'an tetap orisinil.

- Syiah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini
menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil.
Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan
ditambah).

11).
- Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi
orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang
tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

- Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-
orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun
orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang
memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat
kepada Rasulullah.

12).
- Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada
dalam ajaran Ahlussunnah karena tidak pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Raj’ah adalah besok
diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan
hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan
balas dendam kepada musuh-musuhnya.

- Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah
Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir
zaman, Imam Mahdi akan keluar dari
persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke
Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam
Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya,
diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar,
Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut
disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya
diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan
atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam
Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya
Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan
kedamaian.


13).
Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak),
sama dengan perbuatan zina dan hukumnya
haram.

- Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan
hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh
golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda
agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga
berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14).
- Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci dan diharamkan.

- Syiah : Khamer/ arak suci dan dihalalkan.

15).
-Ahlussunnah : Air yang telah dipakai
istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

- Syiah : Air yang telah dipakai
istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16).
- Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan
tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya
sunnah.
- Syiah : Diwaktu shalat meletakkan
tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan
shalat.

17).
- Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir
surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

- Syiah : Mengucapkan Amin diakhir
surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/
batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia
dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin
dalam shalatnya).

18).
- Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan
bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang
mempunyai udzur syar’i.

- Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan
walaupun tanpa alasan apapun.

19).
- Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

-Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal Nabi beserta para sahabatnya, tabi'in, ulama-ulama besar Islam melakukan shalat Dhuha).

UNTUK AMAL dan DAKWAH, SEBARKAN TULISAN INI..!!

0 Komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Artikel Terkini

Popular Post

 

Support : Peta Blog | Donasi | Tentang
Copyright © 2013. Revolusi Suriah
All Rights Reserved

Template Created by Creating Website
Edited by Hanzhalah wa-Qaashiraat
Proudly powered by Blogger


Flag Counter